Kamis, 13 November 2014

PROPOSAL PENELITIAN - PENGARUH PENGGUNAAN FACEBOOK TERHADAP KEEFEKTIFAN PENYAMPAIAN INFORMASI ANTARMAHASISWA 3F2 ILMU KOMUNIKASI UIN SUNAN AMPEL


Pengaruh Penggunaan Facebook Terhadap Keefektifan Penyampaian Informasi Antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel
A.   Data Statistik

Gambar 1. Grafik pertumbuhan pengguna Facebook di Indonesia

B.   Latar Belakang
Penggunaan media sosial sudah sangat mendunia diberbagai kalangan dan berbagai Negara. Berbagai situs juga banyak sekali tercipta untuk memenuhi berbagai macam kebutuhan manusia dalam berkomunikasi, salah satunya yaitu facebook. Penggunaan facebook sudah tidak asing lagi, bahkan sudah menjadi kewajiban tersendiri bagi perindividu untuk memilikinya. Banyak sekali manfaat yang bisa diambil dari facebook, salah satunya yaitu sebagai media diskusi melalui group yang tersedia dalam facebook.
Group Facebook seolah menggantikan peran layanan group diskusi di mail list yang harus menggunakan e-mail. Diskusi dalam group media jejaring sosial ini lebih terbuka dan interaktif, sehingga menarik untuk diikuti updatenya dari waktu ke waktu. Dalam diskusi di group-group ini, sangat sering muncul interpretasi-interpretasi baru dan personal terhadap satu object atau fenomena pusaka. Object atau fenomena yang didiskusikan bisa berdasarkan informasi yang ada di media massa atau juga yang datang dari pengalaman personal anggota group. Semisal berita yang dicuplik dari website media massaKompas.Com, ketika tautannya dipasang di halaman Group Facebook akan mendapatkan banyak tanggapan.
Melalui Group Facebook, admin maupun member dapat langsung memasang tautan yang akan mereka bagikan kepada orang-orang yang ada didalam group tersebut. Dalam waktu singkat member lain dapat melihat langsung tautan yang dipasang melalui pemberitahuan yang akan muncul pada akun pribadi mereka. Dan dalam waktu bebas juga mereka dapat memberi komentar mereka terhadap tautan tersebut. Segala sesuatu yang diupdate dalam facebook tidak akan bisa hilang dan bisa kapan saja melihat tautan-tautan terdahulu. Itulah salah satu kelebihan facebook yang menjadi salah satu media social yang banyak dipilih orang-orang sebagai media komunikasi.

C.  Rumusan Masalah
1)      Seberapa besar kefektifan penyampaian informasi melalui facebook bagi mahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel Surabaya ?

D.  Teori
Ø Uses and Gratifications Theory
Teori kegunaan dan kepuasan memandang pengguna media mempunyai kesempatan untuk menentukan pilihan-pilihan media sumber beritanya. Dalam hal ini, pengguna media berperan aktif dalam kegiatan komunikasi untuk memenuhi kepuasannya.
Teori ini mempertimbangkan apa yang dilakukan orang pada media, yaitu menggunakan media untuk pemuas kebutuhannya. Penganut teori ini meyakini bahwa individu sebagai mahluk supra-rasional dan sangat selektif. Menurut para pendirinya, Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1984), uses and gratifications meneliti asal mula kebutuhan secara psikologis dan sosial, yang menimbulkan harapan tertentu dari media massa atau sumber-sumber lain , yang membawa pada pola terpaan media yang berlainan (atau keterlibatan pada kegiatan lain), dan menimbulkan pemenuhan kebutuhan dan akibat-akibat lain.
Perkembangan teori Uses and Gratification Media dibedakan dalam tiga fase (dalam Rosengren dkk., 1974), yaitu:
1.      Fase pertama ditandai oleh Elihu Katz dan Blumler (1974) memberikan deskripsi tentang orientasi subgroup audiens untuk memilih dari ragam isi media. Dalam fase ini masih terdapat kelemahan metodologis dan konseptual dalam meneliti orientasi audiens.
2.      Fase kedua, Elihu Katz dan Blumler menawarkan operasionalisasi variabel-variabel sosial dan psikologis yang diperkirakan memberi pengaruh terhadap perbedaan pola–pola konsumsi media. Fase ini juga menandai dimulainya perhatian pada tipologi penelitian gratifikasi media.
3.      Fase ketiga, ditandai adanya usaha menggunakan data gratifikasi untuk menjelaskan cara lain dalam proses komunikasi, dimana harapan dan motif audiens mungkin berhubungan.
Kristalisasi dari gagasan, anggapan, temuan penelitian tentang Uses and Gratification Media mengatakan, bahwa kebutuhan social dan psikologis menggerakkan harapan pada media massa atau sumber lain yang membimbing pada perbedaan pola-pola terpaan media dalam menghasilkan pemuasan kebutuhan dan konsekuensi lain yang sebagian besar mungkin tidak sengaja.
Elihu Katz;Jay G. Blumler; dan Michael Gurevitch (dalam Baran dan Davis, 2000) menguraikan lima elemen atau asumsi-asumsi dasar dari Uses and Gratification Media sebagai berikut:
1. Audiens adalah aktif, dan penggunaan media berorientasi pada tujuan.
2. Inisiative yang menghubungkan antara kebutuhan kepuasan dan pilihan media spesifik terletak di tangan audiens
3. Media bersaing dengan sumber-sumber lain dalam upaya memuaskan kebutuhan audiens
4. Orang-orang mempunyai kesadaran-diri yang memadai berkenaan penggunaan media, kepentingan dan motivasinya yang menjadi bukti bagi peneliti tentang gambaran keakuratan penggunaan itu.
5. Nilai pertimbangan seputar keperluan audiens tentang media spesifik atau isi harus dibentuk.

E.   Variabel
Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi fokus di dalam suatu penelitian. Menurut F.N. Kerlinger variabel sebagai sebuah konsep. Variabel merupakan konsep yang mempunyai nilai yang bermacam-macam. Suatu konsep dapat diubah menjadi suatu variabel dengan cara memusatkan pada aspek tertentu dari variabel itu sendiri.
Ø  Variable Independen →  Pengaruh penggunaan Facebook.
Ø  Variabel Bebas → Kefektifan penyampaian informasi antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel.

F.    Definisi
1.   Definisi konsep
Penggunaan Facebook
Penggunaan berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti proses, cara, perbuatan menggunakan sesuat pemakaian.
Facebook adalah salah satu dari sekian banyak Social Network atau Situs Jejaring Sosial yang ada di jagad web. Bila anda sebelumnya telah mengenal My Space atau Friendster, maka Facebook pun tak jauh berbeda seperti kedua Social Network tersebut. Facebook pertama kali hadir pada bulan Februari 2004 denganMark Zuckerberg sebagai pendirinya. Di awal-awal berdirinya,  Facebook hanya ditujukan untuk kalangan Mahasiswa Universitas Harvard. Baru di tahun 2005 Facebook  membuka keanggotaan untuk kalangan anak sekolah. Setahun kemudian tepatnya tahun 2006 Facebook membuka keanggotaan secara universal alias siapa saja, dari belahan bumi manapun, orang bisa bergabung dengan Facebook.
Kefektifan Penyampaian Informasi
Pengertian keefektifan (effectiveness) secara kuantitatif  adalah perbandingan antara hasil yang diperoleh dibagi dengan target yang harus dicapai.
Pengertian penyampaian yaitu proses, cara, perbuatan menyampaikan: distorsi perumusan ini akan menyebabkan berbagai kesulitan di proses–nya.
2.   Definisi operasional
Penggunaan Facebook
Penggunaan merupakan pemanfaatan sesuatu dengan berbagai macam cara yang dilakukan oleh manusia.
Facebook merupakan salah satu sosial media yang kerap kali digunakan sebagai media komunikasi ataupun penyampaian informasi yang banyak digunakan diberbagai penjuru dunia. Penggunaannya sudah merata diseluruh dunia, bahkan dengan facebook ini bukan hanya teman dinegara kita saja yang dapat berkomunikasi didalamnya namun kita juga dapat menemukan teman ataupun mengenal banyak teman baru dari Negara lain. Media yang sangat luas koneksinya.
Kefektifan Penyampaian Informasi
Kefektifan merupakan keberhasilan dari suatu pesan dalam mempengaruhi komunikan dalam memberikan pemahaman. Sedangkan penyampaian yaitu cara atau proses pentransferan sebuah pesan guna mempengaruhi target komunikan. Informasi disini bersifat universal dan merupakan kepentingan bersama.

G.  Hipotesis
Ø  Hipotesis 0 (H0) → Tidak adanya pengaruh penggunaan Facebook Kefektifan Penyampaian Informasi Antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel.
Ø  Hipotesis a (Ha) → Adanya pengaruh penggunaan Facebook Kefektifan Penyampaian Informasi Antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel.

H.  Indikator
1.        Variable Independen → Pengaruh penggunaan Facebook
·     Intensitas penggunaan Facebook dalam sehari.
·     Fasilitas Facebook yang digunakan.
·     Perubahan yang terjadi setelah menggunakan Facebook

Ø  Variabel Bebas → Kefektifan Penyampaian Informasi Antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel.
·         Bentuk komunikasi apa yang sering dilakukan dengan sesama mahasiswa.
·         Pesan apa tentang komunikasi yang sering dilakukan dengan sesama mahasiswa melalui Facebook.

I.    Quesioner
ANGKET PENELITIAN
Pengaruh Penggunaan Facebook Terhadap Keefektifan Penyampaian Informasi Antarmahasiswa 3F2 Ilmu Komunikasi UIN Sunan Ampel
  
Petunjuk Pengisisan :
1.      Mohon kesediaan Saudara/i mengisi kuesioner.
2.      Bacalah semua pertanyaan dengan teliti.
3.      Isilah jawaban anda dengan jujur, benar, dan jelas.
4.      Berikan tanda silang (X) pada setiap jawaban yang menurut Saudara anggap sesuai.
5.      Jawaban anda jangan dipengaruhi oleh jawaban terhadap pernyataan lain.
6.      Setelah diisi mohon dikembalikan kepada petugas pengumpul kuesioner.
7.      Terima kasih atas kerjasamanya.

Nama Responden   :..................................................
Umur                      : ………………………………
Jenis Kelamin         :..................................................

Pernyataan 
1.      Pertama kali saya mengenal facebook, saya percaya bahwa facebook adalah media sosial yang akan membantu saya untuk mendapatkan banyak informasi.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

2.      Dengan facebook saya juga bisa berkomunikasi dengan siapa saja.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

3.      Berapa kali anda membuka facebook dalam sehari ?
[A] Jarang                                       [B] 1 kali
[C] 2 kali                                        [D] 3 kali                                 [E] Selalu on

4.      Saya dapat mencari tahu atau menanyakan mengenai tugas melalui facebook.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

5.      Banyak respond dan informasi yang saya dapatkan dari teman-teman melalui facebook.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

6.      Informasi yang disajikan di dalam facebook tersebut dapat saya pahami.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

7.      Fasilitas yang disajikan dalam facebook sudah membantu saya banyak hal dalam mendapatkan inforrmasi.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

8.      Fasilitas yang sering saya gunakan dalam facebook adalah …
[A] Inbox                                        [B] Update Status
[C] Group                                       [D] Skype                                [E] Kolom Komentar

9.      Dengan siapa anda sering bersosialisasi membahas masalah tugas di facebook ?
[A] Teman Sekelas                         [B] Senior
[C] Teman Diluar Kelas                  [D] Dosen                               [E] Orang tak dikenal

10.  Info apa yang sering anda cari dalam facebook ?
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………

11.   Informasi yang saya temukan di facebook sangat membantu saya dalam segala hal.
[A] Sangat setuju                            [B] Setuju
[C] Ragu-ragu                                 [D] Tidak setuju                      [E] Sangat tidak setuju

J.    Sampling
Sampling dalam penelitian ini adalah populasi. Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri dari obyek atau subyek yang menjadi kuantitas dan karasteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti. Berdasarkan pemahaman tersebut, maka penentuan populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Ilmu Komunikasi 3F2 UIN Suanan Ampel.



“Model Komunikasi Jokowi Dengan Menteri-Menterinya Dalam Perspektif Lintas Budaya”

Ir. H. Joko Widodo (Jawa Latin: Jaka Widada) atau yang akrab disapa Jokowi ini lahir pada tanggal 21 Juni 1961 di Surakarta, Jawa Tengah. Beliau adalah Presiden Indonesia ke-7 yang menjabat sejak 20 Oktober 2014. Ia terpilih bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam Pemilu Presiden 2014. jokowi adalah seorang anak yang terlahir dari keluarga sederhana. Sejak kecil hidupnya sudah terbiasa dengan berpindah-pindah rumah karna berbagai macam alasan. Melalui Film berjudul “Jokowi” yang dirilis pada tahun 2013 lalu kita dapat mengetahui latar belakang seorang Jokowi mulai dari ia dilahirkan hingga memulai karirnya didunia perpolitikan.
Disini saya akan menganalisis tentang gaya model komunikasi yang diterapkan Jokowi kepada para menteri-menterinya dalam perspektif komunikasi lintas budaya. Sebelum lanjut pada pembahasan selanjutnya, perlu diketahui terlebih dahulu latar belakang seorang Jokowi. Joko Widodo lahir dari pasangan Noto Mihardjo dan Sujiatmi Notomiharjo dan merupakan anak sulung dan putra satu-satunya dari empat bersaudara. Ia memiliki tiga orang adik perempuan bernama Iit Sriyantini, Ida Yati dan Titik Relawati. Ayahnya berasal dari Karanganyar, sementara kakek dan neneknya berasal dari sebuah desa di Boyolali
Pendidikannya diawali dengan masuk SD Negeri 111 Tirtoyoso yang dikenal sebagai sekolah untuk kalangan menengah ke bawah. Setelah lulus SD, ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 1 Surakarta.  Ketika ia lulus SMP, ia sempat ingin masuk ke SMA Negeri 1 Surakarta, namun gagal sehingga pada akhirnya ia masuk ke SMA Negeri 6 Surakarta.
Ia terlahir didaerah Surakarta yang budaya daerah disana terkenal dengan kelembutannya. Perjuangan hidup semasa kecilnya terbilang susah, meskipun ia dari keturunan priyai tapi ia merasa jika hidupnya tak selayaknya seorang priyai. Sejak lahir ia sudah terbiasa dengan gaya hidup berpindah-pindah dari rumah kontrakan ke rumah kontrakan lainnya.
Sejak kecil orang tuanya sudah memberi pendidikan yang cukup baik. Dijelaskan dalam film yang menceritakan tentang dirinya, saat kecil ia sudah terlatih untuk selalu bersikap jujur kepada siapa saja.
Dengan kesulitan hidup yang dialami, ia terpaksa berdagang, mengojek payung, dan jadi kuli panggul untuk mencari sendiri keperluan sekolah dan uang jajan sehari-hari. Saat anak-anak lain ke sekolah dengan sepeda, ia memilih untuk tetap berjalan kaki. Mewarisi keahlian bertukang kayu dari ayahnya, ia mulai bekerja sebagai penggergaji di umur 12 tahun.
Dengan kemampuan akademis yang dimiliki, ia diterima di Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan Universitas Gajah Mada. Kesempatan ini dimanfaatkannya untuk belajar struktur kayu, pemanfaatan, dan teknologinya. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya dengan judul skripsi "Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kodya Surakarta".
Setelah lulus pada 1985, ia bekerja di BUMN PT Kertas Kraft Aceh, dan ditempatkan di area Hutan Pinus Merkusii di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah. Ia bertekad berbisnis di bidang kayu dan bekerja di usaha milik Pakdenya, Miyono, di bawah bendera CV Roda Jati. Pada tahun 1988, ia memberanikan diri membuka usaha sendiri dengan nama CV Rakabu, yang diambil dari nama anak pertamanya. Usahanya sempat berjaya dan juga naik turun karena tertipu pesanan yang akhirnya tidak dibayar. Namun pada tahun 1990 ia bangkit kembali dengan pinjaman modal Rp 30 juta dari Ibunya.
Usaha ini membawanya bertemu Micl Romaknan, yang akhirnya memberinya panggilan yang populer hingga kini, "Jokowi". Dengan kejujuran dan kerja kerasnya, ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa. Disini ia memanfaatkan budaya baru yang ditemukannya sebagai peluang untuk dapat diterapkan pada kotanya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya yaitu daerah Surakarta.
Beberapa cerita singkat perjalanan hidup seorang Jokowi dalam film “Jokowi 2013” ini sedikit banyak telah menjelaskan latar belakang seorang figur Jokowi. Dari pengalaman-pengalaman hidup yang bisa dibilang serba pas-pasan ini beliau mampu menggugah semangatnya untuk tetap berjuang mencari ilmu hingga tak sedikit usahanya yang sudah terbukti. Salah satunya yaitu usaha meneruskan meubel milik pamannya yang dihidupkan kembali olehnya.
Kota kelahirannya memiliki banyak sebutan yang disematkan, antara lain kota batik, kota priyayi, kota langgam dan campur sari serta kota wayang Indonesia. Masyarakat Jawa dikenal sebagai masyarakat patembayan/masyarakat yang memperhatikan pernak pernik sosial dalam kehidupan sehari-hari. Budaya Jawa yang adi luhung ini akan membentuk karakter orang Solo yang bijaksana, religius, diam, lemah lembut, jujur, serta cinta sesama dan lingkungan. Oleh karena itu lingkungan hidupnya telah mewariskan sifat-sifat peduli sosialnya sejak kecil.
Dalam perspektif Komunikasi Lintas Budaya bahasa merupakan salah satu prinsip komunikasi. Jokowi menggunakan gaya komunikasi konteks rendah – low context communication – komunikasi langsung ke sasaran, tanpa tedeng aling-aling (basa-basi). Dalam setiap ucapannya tidak ada kalimat bersayap, tidak ada penafsiran ganda terhadap kalimatnya. Semuanya bermakna tunggal dan tidak menimbulkan interpretasi subyektif pendengarnya. Semuanya jelas dan gamblang. Gaya ini mengingatkan kita pada style Bung Karno saat pidato. Bahasa yang digunakan sangatlah membumi, sehingga mampu dicerna oleh berbagai kalangan, tidak berbelit-belit dengan menggunakan bahasa yang terlalu tinggi.
Begitu juga dengan busana, dalam ilmu komunikasi busanapun dianggap bisa berbicara. Masyarakat dapat mengartikan maksud dan tujuan seseorang dengan busana yang sedang dipakainya.
Melihat busana apa yang dipakai Jokowi sebagai salah satu alat kempanyenya yaitu “Baju kotak-kotak” juga dapat diketahui maksud dan tujuannya memilih motif tersebut. Baju kotak-kotak yang dibelinya satu jam sebelum berangkat ke komisi Pemilihan Umum Daerah, dikatakan mewakili “warna-warni Jakarta yang harus diakomodasi”. Hal ini juga mampu membuat trend baru yang semakin banyak ditiru oleh banyak orang dan dikenakan oleh calon kepala daerah diberbagai tempat, bahkan identitas fashion itu bisa terus menjadi magnet penarik masa pendukung calon pemimpin daerah itu. Ini adalah salah satu fenomena yang terjadi secara alami, tanpa kalkulasi atau politisasi terencana yang menghabiskan banyak anggaran.
Seringkali juga Jokowi tampil dengan gaya busana yang sederhana, hal ini tercipta oleh budaya yang slama ini telah melekat pada dirinya. Budaya Solo yang kalem dan tak berlebih-lebihan membuatnya tetap nyaman dan enjoy berpakaian sederhana didepan public, meskipun banyak media yang menyorotinya.
Tubuh manusia kurang lebih bias menampilkan 1000 poster. Salam dua jari yang dipakai Jokowi sebagai simbol juga memiliki arti tersendiri, selain sebagai nomor urut dirinya dalam pencalonan presiden, simbol itu juga memiliki arti perdaimaian.
Berbudaya (termasuk berkomunikasi) itu bukanlah hal yang genetik. Tidak bergantung dari keturunan. Melainkan potensi setiap individu itu tergantung dari caranya mengeksplore kelebihannya. Hubungannya dengan kehidupan Jokowi, meskipun keluarganya meruapakan keluarga yang kurang mampu dan berependidikan rendah, itu tak membuatnya sepenuhnya pasrah untuk tetap berada posisi yang sama, ia berusaha keras dengan terus belajar, memperbaiki kemampuan komunikasinya hingga kini mampu melakukan interaksi dengan siapapun.
Kebiasaan keluarganya yang sering pindah-pindah rumah saat ia kecil membuatnya bertekad untuk selalu memperhatikan rakyat kecil yang senasib dengannya dulu. Dari sinilah pengalamannya berperan besar dalam proses komunikasi Jokowi.
Setelah mengetahui banyak tentang latar belakang seorang Jokowi yang kerap kali dibicarakan oleh banyak orang, kini lanjut pada pembahasan selanjutnya mengenai model komunikasi yang diterapkan oleh Jokowi kepada para menteri-menterinya.
Setelah proses pelantikan menteri-menteri baru pada tanggal 27 Oktober 2014 kemarin, siangnya ia lanjut melaksanakan sidang perdana bersama para kabinet kerja yang dibentuknya. Inti dari siding perdana tersebut yaitu Jokowi memberikan 3 arahan pada cabinet kerjanya. 3 arahan diantaranya adalah :
1)      Presiden meminta kementrian yang baru atau yang mengalami perubahan menggunakan sumber daya yang ada, sementara yang tak berubah langsung bekerja.
2)      Presiden mengingatkan bahwa visi dan misi presiden adalah yang utama, tidak ada lagi kata-kata visi dan misi kementrian, yang ada hanya visi-misi presiden.
3)      Para menteri diminta segera menguraikan kebuntuan dan implementasi kinerja. Hal itu bisa dilakukan melalui audit organisasi dan menemukan hambatan program kementrian.
Model komunikasi yang dilakukan oleh Jokowi adalah model komunikasi struktur semua saluran. Struktur semua saluran atau pola bintang hampir sama dengan sruktur lingkaran dalam arti semua anggota adalah sama dan semuanya juga memiliki kekuatan yang sama untuk mempengaruhi anggota lainnya. Tetapi, dalam struktur semua saluran, setiap anggota bisa berkomunikasi dengan setiap anggota lainnya. Pola ini memungkinkan adanya partisipasi anggota secara optimal.
Kefektifan komunikasi yang dilakukan menimbulkan efek yang sangat bagus pada komunikan yang dituju. Tak lama kemudian beberapa menteri langsung menjalankan tugas seusai sidang dilaksanakan. Efek yang ditunjukkan oleh komuikan begitu cepat terlihat.
Memang kemampuan komunikasi Jokowi terbilang sangat bagus, untuk berinteraksi dengan rakyat secara langsung pun juga mampu mempengaruhi komunikan. Jokowi effect masih terus terasa. Kemana pun ia pergi, apa pun yang dilakukannya sampai dengan apa yang dikonsumsinya selalu menyedot perhatian dan keingintahuan masyarakat luas, khususnya penduduk DKI Jakarta yang digawangi sang gubernur mantan Walikota Solo itu. Bahkan baju kotak-kotaknya yang tercetus tanpa sengaja itu pun turut ditiru dan dikenakan oleh calon kepala daerah di berbagai tempat. Seolah Apa sesungguhnya yang menjadi sebab daya tarik sang gubernur yang wong Solo itu? Salah satu faktor penyebabnya adalah gaya ia berkomunikasi. Gaya komunikasinya terasa membumi, sesuai dengan tingkat pemahaman pendengar dan langsung ke sasaran itulah yang menjadi daya tarik publik yang mendengarnya.
Jokowi rupanya sangat memahami ilmu komunikasi, dari sisi ini ketrampilannya yang terbesar adalah cara berdialog dan bernegosiasi. Kalau dilihat dari cara bahasanya, ia memang amat khas Solo, cara bicaranya ‘Ngglenik’ atau akrab tanpa batas kepada lawan bicaranya, ini cara khas rakyat jelata.
‘Jika berbicara dengan orang lain, gunakanlah bahasa orang itu dalam memahami alam pikir mereka’ itu kata Bung Karno saat memberikan wejangan kepada wartawan tentang bagaimana berkomunikasi yang baik “Bila kamu bicara dengan tukang becak, pahami alam pikir tukang becak, pahami bagaimana ia berbicara soal kesehariannya, cara mereka berbahasa, ukuran-ukuran intelektual mereka, bila kamu sudah masuk ke dalam gelombang yang sama dengan cara mereka bicara dari situlah kamu bisa berkomunikasi”
Prinsip Bung Karno ini digunakan Jokowi dalam memahami cara berkomunikasi dengan rakyatnya, ucapannya yang ia lontarkan jelas, padat dan tak perlu dicerna rumit-rumit.
Mengenai cultural shock (keterkejutan budaya) yang dialami oleh Jokowi yaitu saat-saat ia mendapat kepercayaan dan bisa berkeliling Eropa. Melihat banyaknya perbedaan budaya di Eropa ia memanfaatkan budaya baru yang ditemukannya itu sebagai peluang untuk dapat diterapkan pada kotanya meskipun sempat terkejut akan ketertingggalan didaerahnya. Pengaturan kota yang baik di Eropa menjadi inspirasinya untuk diterapkan di Solo dan menginspirasinya untuk memasuki dunia politik. Ia ingin menerapkan kepemimpinan manusiawi dan mewujudkan kota yang bersahabat untuk penghuninya yaitu daerah Surakarta.
Begitu juga cultural lag  (ketertinggalan budaya), dengan ciri khasnya Jokowi yang tetap menggunakan bahasa jawa krama alus yang merupakan ciri khas dan budaya asli jawa ia dianggap tetap melestarikan budaya. Ia tidak malu menggunakan bahasa daerahnya, tanpa menambahkan embel-embel bahasa asing yang kerap kali dilakukan oleh orang-orang atau pejabat lainnya.
Dengan begitu kita dapat mengetahui tak sedikit usaha Jokowi untuk tetap mempertahankan budaya asli Indonesia yang sekarang sedikit demi sedikit mulai hilang dan terlupakan. Namun disamping itu ia juga mengadopsi beberapa budaya Negara lain yang bagus dan sekiranya dibutuhkan agar Indonesia tidak ketinggalan jaman akibat semakin berkembangnya teknologi oleh globalisasi dan modernisasi.

Banyak sekali keterlibatan komunikasi lintas budaya dalam setiap kehidupan manusia, baik itu orang biasa ataupun orang besar. Tak peduli akan kekuasaan atau kedudukan yang dimilikinya. Peran komunikasi sangatlah penting dalam segala hal, begitu juga dalam dunia perpolitikan. 
luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com